Anda pasti mengetahui betapa cepatnya pergerakan tren di sekeliling kita. Jangka waktu sebuah barang lebih pendek. Bukan, tentu bukan karena cepat rusak, melainkan banyaknya kombinasi dan inovasi baru yang muncul. Singkatnya waktu produksi dan mudahnya pendistribusian barang juga mempercepat perubahan tren produk.

Cepatnya pergerakan tren dapat Anda rasakan dalam dunia desain. Misal, dalam dunia mode, masa produksi sebuah busana hanya setengah tahun saja. Agar pelanggan tidak bosan, produsen meluncurkan edisi baru. Bisa dengan produk terbaru atau sentuhan estetis yang mempercantik produk Anda. Refreshment ini bisa menjadi salah satu strategi untuk menjaga konsumen.

Selain menjadi strategi pemasaran, penyegaran ini menjadi wadah eksplorasi pendesain. Ide pendesain yang direalisasikan melalui paduan warna dan bahan tentu memiliki value dan buah pemikiran pendesain. Sehingga, setiap unsur dalam karya Anda dapat dilindungi oleh Intellectual Property. Karya Anda nantinya dikategorikan sebagai obyek perlindungan di dalam Hak Cipta dan Hak Desain Industri dalam Hak Kekayaan Intelektual.

Secara value dan penawaran perlindungan ide, desain industri sama saja dengan yang lain. Namun, ada berbagai hal yang membedakan dan menjadi pembatas antara desain industri dan perlindungan intelektual lainnya. Ada pula polemik yang perlu Anda ketahui seputar desain industri, terutama bagi Anda pebisnis mode dan kriya lainnya.

Sebenarnya, apa itu desain industri?

Mengacu pada UU nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri, desain industri, singkatnya, adalah sentuhan estetika yang dikemas sebagai suatu produk yang bisa digunakan.

Alur pendaftaran Desain Industri HKI
Alur pendaftaran Desain Industri melalui DJHKI

“Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.”

Pemerintah memberikan jaminan perlindungan atas sentuhan estetika dalam produk fungsional. Anda akan mendapatkan lisensi atas karya Anda selama sepuluh tahun semenjak waktu pendaftaran.

Bila produk Anda memiliki keunikan dalam operasional dan proses pembuatannya, maka Anda butuh lisensi lain selain Desain Industri. Karena, obyek yang masuk dalam perlindungan lisensi Desain Industri adalah penampakan estetika namun juga fungsional.

Polemik mode dalam desain industri

Bagi beberapa produk, ornamen dan estetika tidak begitu penting. Namun, pada subsektor busana dan mode, estetika merupakan arwah dari sebuah produk. Bagian dari sektor industri kreatif ini berpacu dalam ide untuk membentuk aksen dalam produk yang akan dikenakan konsumen. Kehidupan bisnis mode bisa saja tidak terlindungi oleh ketentuan yang ada saat ini.

Merujuk pada UU di atas, setiap realisasi ide desain akan dilindungi selama sepuluh tahun. Namun, tren tidak akan menunggu Anda. Cepatnya perputaran produksi dan ide tidak diimbangi dengan jangka waktu perlindungan produk di dalam Desain Industri.

Selain itu, subsektor fesyen adalah sektor industri kreatif kedua terbesar yang digandrungi masyarakat Indonesia. Banyaknya ide dan inovasi mode akan terhambat oleh rentang waktu perlindungan desain industri. Anda bisa saja terhambat oleh produk yang sesungguhnya sudah selesai seasonnya alias sudah tidak beredar lagi.

Anggaplah seorang desainer mode bernama Anggara meluncurkan lini khusus summer dua tahun lalu. Pada tahun ini, Anda melakukan konsep dan pola yang mirip koleksi summer desainer tersebut. Anda, meskipun desainer Anggara sudah tidak produksi koleksinya, tetap tidak bisa mengeksekusi ide Anda. Hal ini karena desainer Anggara sudah terlebih dahulu mendaftarkan karya buatannya ke DJHKI.

Hal yang harus diperhatikan dalam Desain Industri adalah bahwa hak tidak timbul serta merta ketika karya tersebut sudah dibuat, bukan seperti hak Cipta (automatic protection). Namun, Desain Industri menganut prinsip siapa cepat dia dapat. Sehingga, pendaftar pertamalah yang akan mendapatkan lisensinya.

Lalu, apakah hal yang sama berlaku pada merek? Jawabannya, tidak. Berbeda dengan merek, merek sebagai identitas tentu perlu mendapatkan perlindungan jangka panjang. Merek adalah tanda pengenal suatu produk, bukan produk materi yang harus mengikuti tren. Merupakan hal yang wajar bila merek mendapatkan masa perlindungan sampai dengan sepuluh tahun.

Polemik di atas patut diperhatikan oleh Anda yang bergelut di bidang mode. Perlindungan terhadap desain industri yang fast-moving seperti ide masih mengalami penyesuaian. Sehingga, Anda harus mengecek dahulu urgensi dari kepemilikan desain dan seberapa lama peredarannya di pasar. Anda juga harus mengecek persamaan pola agar tidak terindikasi plagiat oleh hukum.

Be wise, be educated, LexPartner!