Sebagai negara dengan alam yang indah, banyak sekali yang menjalankan bisnis pariwisata. Kompetitor pun berkumpul di satu tempat. Namun, jenisnya sangat beragam, mulai dari bisnis skala kecil hingga resort eksklusif milik perusahaan ternama dengan status Perseroan Terbatas (PT).

Perlu diketahui, secara umum Indonesia memiliki persaingan usaha yang majemuk. Berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki 26,42 juta unit usaha (2016).

Menurut US News and World Report juga, Indonesia adalah negara yang potensial untuk lapangan usaha baru, sehingga masih banyak peluang dalam berbisnis. Dan jangan lupa, pemerintah sangat mendorong pariwisata karena prospek yang sangat menjanjikan.

Melihat berbagai keuntungan dan kondisi lapangan usaha, Anda yang ingin bergelut di dunia pariwisata perlu mempersiapkan diri. Salah satunya, Anda perlu “menonjol” di antara lautan usaha yang menyasar konsumen Anda.

Anda bisa memulai dengan memperkuat basis usaha Anda, terutama dalam legalitas bisnis. Status badan hukum dapat melindungi usaha Anda, memiliki regulasi yang kuat, dan akan memudahkan perjalanan usaha Anda.

Bagaimana status hukum membantu bisnis pariwisata?

Indonesia, meski memiliki jutaan unit usaha, hampir seluruhnya berbentuk usaha Mikro dan Kecil (UMK). Seringkali UMK menjalankan bisnis dengan berfokus pada produk dan layanan, namun belum cukup siap melegalisasi usahanya dengan alasan biaya dan prosedur yang rumit.

Bahkan, sektor Industri Kreatif sebagai salah satu sektor yang disorot pemerintah hanya 3,39 persen yang berbadan usaha. Padahal, Industri Kreatif berhubungan erat dengan sektor Pariwisata.

Sesungguhnya, dengan berstatus badan hukum, Anda dapat memiliki peluang bisnis yang lebih baik. Status hukum dapat memudahkan Anda mendapatkan dana dengan modal dari investor. Anda juga dapat membangun usaha baru, karena status PT memiliki fleksibilitas dalam berusaha.


Baca juga: Kamu Pekerja Kreatif? Yuk, Kenali UU Ekonomi Kreatif!

Tips Memanfaatkan Badan Hukum untuk Bisnis Pariwisata

Bagi Anda yang belum mengetahui cara memanfaatkan badan hukum untuk bisnis pariwisata, Anda dapat memulai tips berikut:

Menjalin partnership

Relasi adalah kunci seseorang mengembangkan bisnis. Anda bisa mendapatkan respon positif dengan status Anda yang terjamin di mata hukum. Calon partner pun akan lebih mempercayai proyek yang Anda tawarkan, sehingga membuka terjalinnya kesepakatan bisnis.

Tarik investor

Sama seperti partner bisnis, investor adalah penyuntik modal. Investor tidak bisa sembarangan memberi dana, sehingga dengan status PT, Anda dianggap serius menjalankan bisnis.


Baca juga: How to not Hurting Your Startup by Finding the Right Partners

Kembangkan bisnis lain melalui anak usaha

Hukum PT memperbolehkan Anda memiliki anak usaha. Bila Anda sudah siap mengembangkan bisnis pariwisata lain, Anda dapat memanfaatkan izin ini. 

Tidak perlu ragu, banyak sekali perusahaan yang memakai strategi anak usaha sebagai komplementer bisnis utamanya. Anda pun bisa langsung memastikan kolaborasi antarusaha Anda berjalan dengan baik.

Penentuan harga saham dan penjualan unit saham

PT menggunakan saham sebagai bentuk modal perusahaan. Nantinya, lembar saham akan ditentukan nilainya dan ditulis dalam Anggaran Dasar (AD) perusahaan.

Saham bisa Anda manfaatkan untuk mencari pemegang saham baru, menambah lembar saham, menjual hingga menggadaikan saham untuk mendapat pinjaman dana. 

Lembar saham pun dapat ditempatkan di bursa efek. Dengan performa yang bagus, maka harga lembar saham Anda akan semakin tinggi. Anda pun mendapatkan pemasukan lebih dari nilai perusahaan Anda.

Berikut tips di atas dapat menjadi pertimbangan Anda untuk menjajaki kesempatan yang lebih luas dengan melegalisasi perusahaan Anda. 

Tentu, tidak semua usaha harus langsung memiliki status badan hukum bila dirasa belum mumpuni. Andalah yang mengetahui kapan waktu yang tepat bagi bisnis Anda untuk memiliki legalitas dan menjalankan kewajibannya sebagai badan hukum.

Bila Anda masih ragu untuk melegalisasi usaha pariwisata Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan Lexar. Kami dapat membantu Anda menentukan dan mengurus keperluan PT Anda.