Siapapun bisa membangun sebuah bisnis. Setiap orang saat ini diberikan banyak kemudahan untuk berbisnis, baik skala kecil maupun besar. Salah satu bisnis yang paling digandrungi adala kuliner. Kuliner sebagai bisnis yang cepat dikonsumsi memiliki tantangannya sendiri. Jadi, bisa dibilang gampang-gampang susah.

Bila Anda ingin memulai bisnis kuliner dengan serius, Anda butuh alokasi modal, salah satunya peralatan kuliner. Nah, Anda tidak perlu khawatir dengan besarnya modal peralatan. Selalu ada cara mengakalinya, salah satunya dengan melakukan kontrak leasing. Apakah Anda sudah tahu tentang leasing?

Apa itu Leasing?

Leasing merupakan kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Lembaga pembiayaan ini diatur oleh pemerintah. Salah satunya, lembaga diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan.

Seperti yang tertera dalam definisinya, Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang khusus didirikan untuk melakukan Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang, Pembiayaan Konsumen, dan/atau usaha Kartu Kredit.

Untuk urusan modal usaha, Anda bisa menggunakan lembaga pembiayaan sewa guna usaha. Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah kegiatan pembiayaan dalam
bentuk penyediaan barang modal baik secara Sewa Guna Usaha dengan hak opsi (finance Lease) maupun Sewa Guna Usaha tanpa hak opsi (Operating Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha (Lessee) selama jangka waktu tertenfu berdasarkan pembayaran secara angsuran.

Apa keuntungannya?

Bila Anda memiliki modal yang pas-pasan untuk membuka usaha kuliner, Anda bisa memikirkan opsi leasing untuk pembiayaan peralatan usaha Anda.

Perhitungan biaya operasional merupakan hal yang cukup pelik. Besarnya biaya operasional mungkin tidak sesuai dengan modal yang dimiliki. Memiliki peralatan untuk produktivitas usaha mungkin terasa berat di awal bila langsung membelinya. Karena itu, Anda bisa melakukan pinjaman ke instansi pembiayaan secara aman dan nyaman. 

Leasing memiliki beberapa kelebihan:

  • Fleksibel
  • Pelayanan yang cepat
  • Tidak perlu adanya jaminan
  • Pembiayaan 100% dari lembaga
  • Masuk dalam biaya operasional bisnis

Keuntungan lain dalam menggunakan leasing adalah, Anda bisa melakukan pinjaman atas nama perusahaan. Sehingga, bila terjadi sesuatu terhadap bisnis FnB Anda, semua pihak dalam susunan perusahaan bersama-sama menanggungnya. Anda bisa memakai kesempatan ini dengan memulai pembuatan perusahaan terlebih dahulu. Tidak usah ragu, karena membentuk perusahaan itu cukup mudah dan penting untuk dilakukan.

Penggunaan leasing untuk keperluan bisnis adalah hal yang lumrah. Leasing merupakan pembiayaan yang dilakukan oleh pemberi modal kepada peminjam. Pemberi modal, yaitu penyedia leasing atau lessor, akan memberikan barang yang Anda beli atau sewa. Lalu, Anda sebagai peminjam atau lesse akan mencicil biaya selama jangka waktu tertentu.

Keamanan Menggunakan Praktik Leasing

Leasing sebenarnya tidak seburuk yang Anda lihat di film. Praktik pembiayaan adalah salah satu strategi negara dalam melakukan perputaran uang dan menumbuhkan perekonomian negara. Lembaga pembiayaan seperti leasing memiliki landasan hukum tersendiri. Jadi, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk mengambil opsi ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi praktik pembiayaan yang Anda lakukan.

Leasing atau sewa guna usaha bisa Anda dapatkan dari berbagai lembaga pembiayaan. Nantinya, Anda akan menandatangani kontrak sewa guna usaha, dengan lessor sebagai pihak pertama dan lesse pihak kedua. Dalam perjanjian kontrak akan ditera deskripsi barang yang dibiayai oleh lessor, jenjang waktu kontrak pembayaran, hingga hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing pihak.