Tak seperti yang diperkirakan banyak orang di Jakarta sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata belum berakhir. Sebelum masuk ke tahapan new normal, atau fase aman sehat produktif, Jakarta harus memperpanjang status PSBB dan menamakan periode perpanjangan ini sebagai PSBB Transisi.

Dilihat dari Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 563 Tahun 2020 yang memperpanjang PSBB (menjadi PSBB Transisi), bulan Juni 2020 akan menjadi parameter keberhasilan Jakarta sebelum akhirnya masuk ke era new normal. PSBB Transisi memperlihatkan adanya kelonggaran yang awalnya dilarang selama masa PSBB sebelumnya. Mulai dibukanya perkantoran dan beroperasinya sektor sosial dan budaya merupakan beberapa contoh dari pelonggaran selama PSBB Transisi.

Kuncinya, menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, adalah 50%. Sebanyak 50% dari kapasitas sektor kegiatan dan jarak aman harus dijaga dan sisa 50% lainnya tetap memberlakukan work from home. Transisi pun dilakukan secara bertahap untuk memastikan adanya evaluasi penanganan COVID-19 pada setiap kali suatu sektor dibuka.

Per 5 Juni 2020, rumah ibadah mendapat giliran untuk mulai beroperasi. Selanjutnya, pada 8 Juni 2020, giliran perkantoran yang mulai diperbolehkan beroperasi saat PSBB Transisi. Kemudian, pada 15 Juni 2020, mal dan pasar non-pangan mulai mendapatkan ‘jatah’ gilirannya. Transisi ini dilakukan bertahap untuk memulihkan kesigapan masyarakat Jakarta sebelum akhirnya benar-benar menerapkan kehidupan serba new normal.

Untuk itu, penting untuk LexPartner agar tetap mematuhi semua protokol kesehatan yang ada, baik yang berlaku di perkantoran, rumah ibadah, area publik, ataupun area lainnya. Sebaiknya pula, masyarakat Jakarta perlu untuk benar-benar mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk menyongsong new normal nanti. Jangan sampai keadaan sudah new normal, persiapan kita justru masih old normal!

LXR – Abdur.